3 Pengalaman Menjadi Seorang Anak


Faktaanak.com - Pengalaman menjadi seorang anak bagi saya ada pengalaman yang menyenangkan da nada yang menyedihkan, menyenangkan itu seperti sejak usia bayi saya selalu diperhatikan, disayangi, diasuh dengan  penuh rasa kasih sayang oleh kedua orang tua saya dari dimandikan, dikasi makan di beri asi yang cukup dan di ajak bermain hingga ditidurkan hari demi hari  saya tunmbuh menjadi seorang balita usia ini merupakan usia yang sangat membuat orang saya sangat sibuk mengurus saya karena saya sedang aktifnya bisa berjalan dan tidak bisa diam, pada usia ini saya belum tahu mana yang baik dan tidak baik ,contoh pada saat saya sedang di tidurkan oleh orang tua, orang tua tidur dengan nyenyak tetapi saya bangun dan langsung pergi bermain.

Pengalaman Usia Balita

Pada saat itu orang tua saya panik mencari saya ,pada saat itu saya sedang berada di dapur di samping kulkas ,pada saat itu saya sangat lapar dan saya pun tidak berani membangunkan orang tua karena saya melihat ibu sangat lelah mengurus saya dan saya pun langsung pergi ke dapur dan membuka kulkas dan saya menemukan buah–buahan dan setelah itu saya menerima pengalaman yang menyedihkan karena saya di marah oleh ibu dan pada suatu hari saya di ajak oleh orang tua ke pasar suatu ketika orang tua saya pun membeli buah dan saya pun pergi tanpa bilang kepada ibu karena saya ingin pergi ke sebuah lapak toko mainan di sana saya asik memilih – milih mainan sendirian ,.dan setelah selesai melakukan transaksi ibu saya pu bingung mencari saya setelah beberapa jam dan akhirnya saya pun ditemukan oleh ibu di sebuah lapak toko mainan pada saat itu saya langsung di ajak pulang dan di marahi oleh ibu saya dan itu merupakan pengalaman saya pada usia balita.

Belajar dari Pengalaman

Yang menyedihkan tetapi saya sadar ini merupakan kesalahan saya sendiri hari demi hari terus berlalu saya pun tumbuh menjadi seorang remaja di usia ini saya dididik oleh orang agar menjadi orang yang berguna ,dari usia ini saya banyak mendapatkan pengalaman yang menyenangkan yaitu sepulang sekolah saya dan teman –teman setelah selesai mengerjakan tugas kami bermain hanya permainan tradisional seperti bermain bola kasti ,petak umpet ,gangsing sederhana dan lain-lain.

Menjadi Anak Tidak Mudah

Dan di masa ini saya baru mengerti mana yang salah dan mana yang benar ,saya berpikir kita sebagai anak memiliki kewajiban yang sangat besar baik itu kepada orang tua, keluarga, masyarakat dan Negara karena kita merupakan generasi penerus jadi kita berpikir semakin dewasa semakin luas pikirannya dan sebagai generasi penerus bangsa kita harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan cara belajar dengan rajin dan berbakti kepada semua orang dan tuhan ,dan bagi saya menjadi seorang anak bukan hal yang mudah sebab nantinya kita akan menjadi orang tua bagi anak –anak kita, dan saya sangat bangga menjadi anak Indonesia.

Demikianlah tulisan Pengalaman Menjadi Seorang Anak yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Ni Made Dwi Purnama Dewi. Trimakasih.

9 Komentar untuk "3 Pengalaman Menjadi Seorang Anak"

  1. wah, memang itu faktanya. semangat

    BalasHapus
  2. Keren, tetap semangat ya dan terus berkarya

    BalasHapus
  3. semangat!! lanjut terus nulis artikelnya yaah

    BalasHapus
  4. Hebat!! artikel yang menarik, lanjutkan..

    BalasHapus
  5. fakta yang menarik,, tetap semangat terus berkarya ya

    BalasHapus
  6. isi artikelnya menarik, hanya saja lebih diperhatikan lagi dalam penulisannya ya, kayak penggunaan imbuhan "di", dll. Tetap semangat!

    BalasHapus
  7. Nice, Improve it again and always show the best

    BalasHapus
  8. keren dik, semangat dan terus berkarya

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel