Anak Dari Generasi Milenial


Faktaanak.com - Kenalkan aku Deva seorang anak dari generasi milenial, anak yang tumbuh dengan segelintir peralatan canggih di sekelilingku. Smart phone, laptop, komputer, dan gadget canggih menghiasi hari hariku. Ini generasi dimana  anak-anak lebih suka memainkan jarinya dan menatap mata ke layar bercahaya dibandingkan memainkan segenap tubuhnya dan menatap cahaya matahari yang berseri.

Merasakan Keseruan Bermain

Aku masih bersyukur karena anak-anak yang tumbuh setelahku memang tidak merasakan serunya main petak umpet dengan segala mitosnya, bermain gobagsodor dengan segala candanya. Mereka sekarang bermain dengan sang “Maya”. Yang tak kenal mendekat, yang kenal menjauh. Begitulah permainan online yang biasa mereka mainkan saat ini. Sekarang sudah jarang anak-anak bermain sampai bercucur keringat, lalu sampai di rumah mendinginkan diri di depan kipas angin sambil membuat bunyi bunyian yang aneh.

Perubahan Zaman yang Signifikan

Memang aneh tapi nyata. Anak sekarang bahkan diusianya yang baru menginjak 3 tahun sudah lihai dalam bermain gadget , lebih lihai dibanding kan para orang dewasa. Mereka sangat asyik bermain dengan sang maya. Tanpa ekspresi menatap layar bercahaya, bahkan terkadang tanpa berkedip. Lupa makan, lupa belajar, lupa dengan orang sekelilingnya. Ya, mungkin itu yang terjadi pada mereka yang telah jatuh hati pada Sang “Maya”. 

Tak hanya itu, mereka pun mulai menyampingkan budaya bangsanya. Mereka lebih senang mempelajari Bahasa asing dibandingkan Bahasa negerinya. Bahkan lebih fasih menyanyikan “Despacito” dibandig lagu “Ampar-ampar Pisang.” Sedihnya, mereka tak mengenal bagaimana senagnya belajar menghitung dengan lagu  1+1 atau belajar menghafal huruf dengan lagu ABC. Mungkin lebih asik “That’s What I Like” bagi mereka.

Revolusi Masa Kanak-kanak

Miris tapi nyata. Dunia anak yang kini berevolusi semakin cepat pertumbuhannya. Cinta yang baru ku kenal ketika aku menginjak bangku SMA kini sudah dikenal mereka sejak masih berseragam putih merah. Bahkan Instagram, Facebook, maupun medsos lainnya akupun belum lihai menjalankannya. Tapi lihatlah para generasi milenial itu. Bisa dikatakan mereka juga jenius karena belajar dengan sangatlah cepat, namun sayang lebih banyak sisi negatif yang tampak dari fenomena itu.

Generasi Menunduk

Generasi ini menurutku lebih cocok disebut sebagai generasi “menunduk” dimana anak-anaknya lebih suka menundukkan kepalanya sambil memijat layar bercahaya yang mereka genggam. Dibandingkan sekadar melihat awan dengan aneka bentuk. Melihat sinar mentari yang menembus dedaunan, atau melihat layang layang yang putus lalu mengejarnya.

Entah lah, ini mungkin kekejaman globalisasi mungkin juga kecanduan diri kita sendiri terhadap teknologi baru tanpa menyaring dampaknya. 

Generasi Penikmat Karya

Di era ini anak-anak lebih suka menjadi penikmat karya dibanding pencipta karya. Memang tak jarang pula anak-anak yang memiiki gagasan yang teguh mengenai suatu penciptaan. Ini generasi yang sangatlah misterius, entah apa yang akan terjadi pada generasi ini di masa mendatang. Namun aku yakin, generasi ini bisa menciptakan kecemerlangan di bumi nusantara kelak nanti..

Demikianlah tulisan Anak Dari Generasi Milenial yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Devani Nariratya Putri. Trimakasih.

Belum ada Komentar untuk "Anak Dari Generasi Milenial"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel