Musyawarah Kerja Wilayah PWNU Lampung, Perkuat Khidmat Jam'iyyah Menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama

Foto: Musayawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Lampung (Hafidz)



Bandarlampung (Lamban Pergerakan) - Jajaran pengurus Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama' (PWNU) Lampung melaksanakan Musyarawah Kerja Wilayah (MUSKERWIL) dengan tema "Memperkuat Khidmat Jam'iyyah dalam Menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama" di Hotel Horison Bandar Lampung tepatnya pada 29-30 Oktober 2022.

Acara ini dihadiri oleh 150 peserta dari pengurus Tanfidziyah dan Rois Syuriah PWNU Lampung, 15 PCNU se Provinsi Lampung, badan otonom Nahdlatul Ulama seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, Garfa, IPNU, IPPNU, ISNU, LBHNU. Turut hadir pula KH. Miftah Faqih selaku Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama' dan KH. Ahmad Ishomuddin (Rois Syuriah PBNU 2010-2020).

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama', KH. Miftah Faqih mengingatkan kepada seluruh pengurus NU agar selalu mengimplementasikan salah satu bait dalam Nadzom Alfiyah Ibnu Malik tentang syair yang berbunyi "Bil Jari wat tanwini wan nida wa al-wa musnadin lil ismi tamyizun hashal".

Menurut KH. Miftah Faqih, bait ini menerangkan bagaimana caranya menjadi pribadi yang unggul, yakni cara pertama dengan bil jarri yang diartikan rendah hati, kedua dengan tanwin yang berarti keterbukaan, ketiga yaitu nida yang dimaknai sosok yang promotif, keempat Al dimaknai sebagai pengambil keputusan yang tepat, sedangkan kelima yakni musnadin lil ismi dianalogikan bahwa para pengurus NU adalah pembawa amanat.

KH. Miftah Faqih menjelaskan bahwa para pengurus NU adalah pembawa dan penerima mandat serta amanat dalam memimpin umat. Oleh karena itu, para pengurus harus benar-benar dan mampu menjadi pribadi yang senantiasa menyebarkan hal-hal yang baik.

"Setiap pengurus harus bisa mengambil segala keputusan dengan tepat dan cermat agar apa yang amanat kita bawa ini dapat sejalan dan berbanding lurus dengan visi dan misi NU. Seorang pengurus harus tau apa tujuan menjadi pengurus NU, harus terbuka dengan sesama dan selalu rendah hati karena kita sebagai pengurus hanyalah sebagai penerima mandat".

Aryanto Munawar, sosok yang menjadi sekretaris PWNU Lampung ini mengatakan bahwa kegiatan ini adalah acara Muskerwil terakhir yang digelar PWNU Lampung masa khidmat 2018-2023. Dalam Muskerwil ini dilakukan pemaparan dan pembahasan program kerja yang telah dilaksanakan oleh jajaran tanfidziyah maupun syuriah selama kurun waktu 4,5 tahun terakhir.

"Sekaligus kami akan melakukan evaluasi program apa saja yang belum terealisasikan, serta program apa yang perlu dikuatkan hingga kepengurusan ini berakhir", ujarnya.

Penulis: Hafidz Fatur Rahman
Editor: Riyan Yuliyanto

Belum ada Komentar untuk "Musyawarah Kerja Wilayah PWNU Lampung, Perkuat Khidmat Jam'iyyah Menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel