Dunia Kecilku Tak Seindah Bumi


Faktaanak.com - Namaku Sari Hidayati. Aku berasal dari keluarga sederhana dengan kedua orang tua yang sangat aku sayangi. Aku mempunyai kakak yang terpaut 5 tahun diatasku dan 1 adek yang berada 6 tahun dibawahku. Jadi bisa dikatakan aku adalah anak tengah-tengah.

Melewati Masa Kecil dalam Kesendirian

Masa kecilku aku habiskan sendiri, maksudnya tanpa teman atau sahabat kecil. Aku tidak pernah melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti anak kebanyakan. Saat aku kecil, aku hanya berdiam diri di rumah, melakukan hal-hal yang aku anggap menyenangkan sendiri. Dan jika aku keluar hanya sebatas untuk pergi kerumah nenek, atau bermain sendiri di halaman rumah. Bahkan aku ingat sekali dulu saat aku masih kecil. Kalau tidak salah aku belum masuk sekolah. Aku berdiri di depan pagar rumahku sambil melihat kearah luar, dimana disana terdapat beberapa anak seusiaku yang sedang bermain bersama. Aku terlalu malu untuk mendekati mereka apalagi untuk sampai mengajak mereka bermain bersama. Aku tidak punya keberanian untuk itu.

Namun dari sekian banyak kenangan di masa kecilku, hal yang paling aku ingat adalah ketika aku sendirian di samping kali depan rumahku. Aku sendiri disana ditemani oleh payung untuk melindungi tubuhku dari derasnya hujan saat itu. Aku duduk termenung sendiri sambil menikmati derasnya hujan. Aku memang suka sekali melakukan itu. Bab di kali ketika hujan. Ya, itulah kebiasaan burukku ketika masih kecil, dan tidak mungkin aku bawa sampai sekarang. 

Masa Kecil yang Terlewat Karena Ketakutan

Aku juga ingat ketika aku sering sekali menangis saat kecil. Bahkan ketika aku ingin dimasukkan ke TK, aku menangis sejadi-jadinya. Mungkin karena aku terlalu takut untuk memulai lingkungan yang baru. Jadi, aku batal masuk TK, dan aku melewati saat-saat indahnya bermain di ayunan,perosotan, jungkat-jungkit, dll yang biasanya ditemukan di taman kanak-kanak.

Saat SD pun begitu, ketika pertama kali masuk sekolah aku menangis, seperti anak yang kehilangan barang kesayangannya karena aku tidak ingin sekolah, dan alhasil aku dipulangkan. Dan itu terjadi sampai beberapa hari. Hingga akhirnya aku pun menyerah dan melanjutkan sekolahku.

Saat Pembagian Rapot Pertama

Disaat tiba waktu pembagian rapot pertamaku, betapa terkejutnya, saat aku melihat nilaiku. Nilaiku sungguh sangat buruk. Saat itu bahkan aku dapat ranking 0 besar. Aku pulang dengan perasaan murung. Aku sangat malu memperlihatkan rapotku kepada ibuku.  Tapi dengan keberanian baja akupun menyerahkan rapotku kepada ibuku.

Sebelum ibuku mengatakan apapun, aku terlebih dahulu mengatakan “ Bu’, mulai sekarang aku akan belajar lebih giat, aku pasti bisa mengalahkan zaini”. Ya, zaini adalah teman sekelasku, dia yang meraih juara 1 dikelas. dan aku berpikir, mungkin itu berkat hasil didikannya di TK. dan karena itulah yang membuatku sangat menyesal karena tidak mau masuk TK saat itu.

Bangkit dari Kegagalan

Tapi aku tidak menyerah, aku berusaha belajar dengan giat. Bahkan setiap pulang sekolah aku langsung belajar. Aku lupa waktu bermain, seperti teman-teman seusiaku. Hari-hariku hanya ditemani buku-buku pelajaranku. Hingga akhirnya sampai kepada saat pembagian rapot kenaikan kelas. Betapa terkejutnya aku saat melihat rapotku. Aku meraih rangking 3. Sungguh aku sangat bahagia saat itu. Walaupun tidak sampai rangking 1. Tapi menurutku itu saja sudah sangat bagus. Setelah itu, hari-hariku makin sibuk untuk belajar, belajar dan belajar. Waktu bermainku terabaikan. Namun pada akhirnya aku berhasil mengalahkan temanku “zaini”. Aku meraih juara 1 dikelas, dan itu terus terulang sampai masa SD ku berakhir. 

Bersyukur Membuat Hal Kecil Menjadi Besar

Kadang-kadang aku iri ketika teman-temanku menceritakan masa kecil mereka. Saat-saat dimana mereka bermain kelereng, lompat tali, dan petang umpet bersama. Dunia anak-anakku memang sangat membosankan. Namun aku tidak pernah menyesalinya karena aku sangat bangga dengan diriku yang dulu. Tanpa diriku yang dulu, aku mungkin tidak akan bisa seperti sekarang ini. Tetapi ada satu hal yang sangat aku inginkan sejak kecil dulu, yaitu merayakan ulang tahunku. Sejak lahir sampai sekarang bisa dikatakan aku tidak pernah merayakan ulang tahunku. Sangat lucu bukan. Tetapi, selebihnya aku bahagia dan bersyukur dengan keadaanku dari dulu sampai sekarang. Karena dengan bersyukurlah hal-hal kecil menjadi besar, dan hal-hal buruk menjadi indah. 


Demikianlah tulisan Dunia Kecilku Tak Seindah Bumi yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Sari Hidayati. Trimakasih.

Belum ada Komentar untuk "Dunia Kecilku Tak Seindah Bumi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel