Bagaimana Masa Kecilku Berlangsung


Faktaanak.com - Sebelas tahun yang lalu aku adalah seorang anak kecil pemberontak yang cengeng. Egoistis adalah kecenderungan yang mendominasi akal dan pikiran, merengek adalah caraku memohon, dan menangis adalah sikap yang biasa kuambil sebagai perwujudan atas ketidakpuasan.

Masa Kanak-kanak

Jika mengingatnya pada hari aku berdiri saat ini, maka hal diatas adalah cara bagaimana aku mempermalukan diriku sendiri. Namun, pada dasarnya bukankah semua orang mengalami masa memalukan yang manis seperti itu? Masa ketika tidak pernah mau dipanggil sebagai anak kecil, padahal lulus sekolah dasar saja belum. Lalu ketika diperlakukan macam orang dewasa, merengek dan menangis sambil berkata, “aku kan masih anak-anak”.

Lucu rasanya ketika aku berbalik dan menengok masa laluku yang kadang sempat terlupakan.

Peristiwa saat Bermain saat Masa Kecil

Banyak hal yang terjadi di masa kecilku, aku ingat bagaimana aku bermain kelereng saat berumur lima , sambil mengenakan gaun ulang tahun merah yang terasa gatal ketika kupakai. Aku ingat bagaimana caraku berdiri di depan gawang di sore hari untuk mencegah lawan memasukan bolanya, aku juga ingat bagaimana wajahku di depan cermin ketika aku menangis karena terkena tendangan bola. Dan aku ingat bagaimana cara teman-temanku membujukku untuk meredakan tangisanku.

Saat usiaku enam tahun, aku dapat tertawa kencang sekali karena melihat wajah lucu teman-temanku secara langsung. Aku bisa menggenggam tangan nyata mereka sebagai bukti bahwa mereka tidak maya. Aku bisa berbicara sepelan mungkin ataupun berteriak sekencang yang kubisa untuk membuktikan bahwa kami hanya butuh udara untuk menyampaikan suara. Aku bisa bercerita tanpa terputus kepada kawan-kawanku sebagai bukti bahwa kami tidak memerlukan gelombang elektromagnetik dalam sinyal untuk menjalin pertemanan. 

Perubahan Zaman Modern

Lalu, ketika aku berusia dua belas, aku tahu masa kecilku yang menyenangkan tidak dialami oleh anak-anak hari ini. Ketika dulu aku pulang sore karena keasyikan bermain bola, mereka memainkan games terbaru hingga lupa waktu. Ketika dulu aku dimarahi ibuku karena pulang dengan baju kotor terkena tanah, mereka pulang dengan mata lelah karena bertemu manusia dua dimensi yang bahkan tak diketahui keberadaannya. Ketika aku bertemu dengan temanku dan menanyakan kabar terbaru, mereka bertanya aplikasi terbaru yang dapat mereka mainkan di smartphone mereka.

Sayang sekali rasanya melihat bagaimana masa kecil yang sempat kurasakan, tak dapat dirasakan oleh anak kecil pada hari ini. Kebanyakan dari mereka menikmati waktu dengan menjelajahi dunianya sendiri. Sayang sekali rasanya melihat kebanyakan dari mereka tidak dapat merasakan manisnya kenangan saat aku mengingat wajahku tertendang bola. Sayang sekali rasanya melihat bagaimana kenangan masa kecilku tidak berlangsung pada anak-anak kecil yang lucu di saat ini.

Orang Tua Wajib Memantau dan Membimbing Anak

Maka kepada para ayah dan ibu yang budiman, maksud saya menyampaikan cerita di atas adalah untuk meminta tolong kepada anda untuk memantau anak anda agar tidak kecanduan smartphone. Saya tidak bermaksud  menyudutkan salah satu pihak atau apapun itu. Saya tidak menyalahkan smartphone yang telah ada saat ini sebagai alat pemecah bangsa, karena saya juga merasakan bagaimana manfaat alat canggih ini. Namun mari sama-sama membimbing anak-anak kita semua untuk tetap bersosialisasi dengan teman-teman nyatanya agar rasa toleransi, gotong royong, dan kesetiakawanan tetap terjalin di masa sekarang ini.

Demikianlah tulisan Bagaimana Masa Kecilku Berlangsung yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Cintia Istikomah. Trimakasih.

Belum ada Komentar untuk "Bagaimana Masa Kecilku Berlangsung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel