Menjadi Anak Sulung Yeng Berbeda


Masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat menyenangkan, masa dimana hampir sebagian aktivitas kita dihabiskan dengan bermain bersama teman tanpa perlu memikirkan hal-hal yang berat. Setiap orang di dunia ini pasti pernah mengalami masa kanak-kanak entah itu sebagai si sulung, anak kedua, atau si bungsu.

Pengalaman menjadi seorang anak sulung


Pengalaman menjadi seorang anak sulung, anak kedua atau anak bungsu tentunya memiliki cerita yang berbeda karena masing-masing memiliki keistimewaanya. Pada tulisan ini saya akan menceritakan pengalaman tentang bagaimana saya menghabiskan memory masa kanak-kanak saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara.

Terlahir sebagai anak sulung tentunya memberikan pengalaman yang menarik bagi masa kanak-kanak saya. Saya lahir di sebuah kabupaten di provinsi Jawa Barat yaitu Garut tepat 22 tahun yang lalu, masa kanak-kanak saya dihabiskan di Garut.

Ketika waktu lahir ibu saya dan ayah saya sempat bingung dalam memberikan nama kemudian paman saya yang kebetulan waktu itu sedang bekerja di sebuah hotel menyarankan untuk memberi nama Norman. Beliau bilang nama tersebut terinpirasi dari anak turis asal inggris yang sedang menginap dihotel tersebut.

Menjelang Masuk Sekolah Dasar


Kemudian ketika menjelang masuk sekolah dasar nenek saya memberikan nama belakang Billi sewaktu daftar alasanya karena hingga saat itu saya masih belum memiliki nama panjang, dan hingga saat ini orang-orang mengenal saya dengan nama Norman Billi, terkadang ada beberapa orang yang heran kenapa nama saya kebarat-baratan padahal saya lahir dan besar di garut, dan hal tersebut yang membuat saya sedikit berbeda dengan adik-adik saya karena ketika adik saya yang pertama lahir hingga adik saya yang bungsu lahir nama mereka lazim digunakan oleh orang Indonesia. Selain itu dengan terlahir sebagai anak pertama saya pernah merasakan mendapat perlakukan dimanja penuh oleh kedua orang tua saya.

Terlahir tepat 22 tahun yang lalu, menjadikan saya sebagai seorang anak dari generasi 90an berbeda dengan adik-adik saya karena mereka lahir pada era tahun 2000an. Hal tersebut membuat saya beruntung karena bisa menghabiskan masa kana-kanak saya dengan hal-hal yang menyenangkan, dari mulai menikmati serial kartun yang hampir tayang setiap hari.

Waktu itu bahkan saya memiliki beberapa serial kartu favorit seperti Tom and Jerry, Pokemon, P-men, Digimon dan Samurai-X. Pada waktu itu hari minggu merupakan hari yang sangat saya tunggu, alasanya karena saya bisa menikmati serial kartun 12 jam non-stop dari pagi hingga dzuhur.

Menjelang sore hari ketika pulang sekolah terkadang saya suka ikut main ke lapangan , waktu sore merupakan waktu dimana lapangan selalu penuh dengan gerombolan anak-anak yang bermain dari mulai permainan petak umpet, galah, maen bola, kejar-kejaran, polisi polisian. Waktu itu kami bermain dari siang hingga menjelang magrib kemudian setelah adzan magrib kami berangkat ke masjid untuk mengaji.

Walaupun saya menjalani masa kanak-kanak seperti anak-anak pada umumnya, akan tetapi terdapat beberapa perbedaan yang terjadi pada saya dalam menghabiskan masa kana-kanak dibanding dengan yang lain. Ketika saya masuk sekolah dasar saya dikenalkan dengan berbagai macam mata pelajaran, sewaktu saya kelas tiga SD entah kenapa saya mulai tertarik dan kepo dengan mata pelajaran seperti IPA,IPS, dan juga karena kebiasaan sering menonton film Hollywood waktu itu membuat saya kepo tentang apa itu bahasa Inggris.

Rasa ketertarikan saya akan hal tersebut membuat saya menghabiskan sebagian waktu di masa kanak-kanak saya dengan membaca berbagai macam buku, buku apapun seperti RPUL saya lupa nama panjang dan singkatanya. Kebiasaan tersebut tenyata berdampak positif bagi saya sebab berkat kebiasaan tersebut membuat saya bisa menjuarai beberapa kompetisi dari mulai juara 1 LCT tingkat kabupaten Garut, menjadi siswa beprestasi tingkat kabupaten Garut, juara 3 Olimpiade Sains tingka kabupaten Garut dalam bidang IPA, hingga bisa mendapatkan predikat sebagai peraih nilai UASBN tertinggi.

Menurut orang tua saya hal tersebut yang membedakan saya dengan adik-adik saya dalam menghabiskan masa kanak-kanaknya. Terlepas dari adanya perbedaan yang saya alami dalam menghabiskan masa kanak-kanak saya dengan adik-adik saya atau teman saya yang lain. Bagi saya masa kanak-kanak merupakan masa yang paling menyenangkan dan penuh dengan canda tawa.

Demikianlah tulisan mengenai Cerita Menjadi si Sulung yang Berbeda, artikel ini ditulis oleh Norman Billi, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Trimakasih, 

Belum ada Komentar untuk "Menjadi Anak Sulung Yeng Berbeda"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel